Cerita Dewasa Pelajaran Nafsu Bilahinya Tante

NADA4D SITUS PALING GACOR 2022

Cerita Dewasa Pelajaran Nafsu Bilahinya Tante

Cerita Dewasa Pelajaran Nafsu Bilahinya Tante - Insiden ini terjadi saat saya kelas 3 SMP, yah saya ramalkan usia saya kala itu baru-baru ini 14 tahun, Saya tidak tahu mengapa yah perubahan sexnya demikian cepat sampai usia begitu ssudah pengin ngedapetin yang enak-enak. Yah itu seluruh lantaran teman nyokap kali yah.

Masalahnya kawan nyokap Saya yang bernama Tante Lia (biasa kupanggil ia demikian) orangnya elok sekali, langsing dan tahan lama muda membuat saya bergetar. Tante Lia ini tinggal dekat rumahku, cuman berbeda 5 rumahlah, nach Tante Lia ini cukup deket sama keluargaku meskipun tidak ada pertalian saudara.

Serta bisa ditandaskan bila sore rata-rata banyak ibu-ibu sukai ngumpul di rumahku buat sebatas bercakap bahkan juga senang bicarakan suaminya sendiri. Nach Tante Lia berikut yang membuat saya cepat besar (wajarlah anak masih puber kan kebanyakan senang yang cepat-cepet).

Rata-rata Tante Lia kalaupun ke rumah Saya selalu memanfaatkan daster atau kadang celana pendek yang buat saya ser.. ser.. ser.. Kebanyakan jika sudah sore tuch ibu-ibu sukai ngumpul di ruangan TV serta rata-rata  saya akal-akalan melihat TV saja sekalian lirak lirik. Tante Lia ini entahlah berniat atau tidak saya pula tidak tahu yah. Ia kerap jika duduk itu tuch mengangkang, kadangkala pahanya kebuka sedikit membikin Saya ser.. ser kembali dech hmm.

Apa keasikan ngobrolnya apa memang berniat Saya pun tidak dapat tahu, namun yang tentu sich saya kadangkala suka sekali hingga kebayang jika kembali tidur. Kadangkala kalaupun sedang ngerumpi sampai tertawa hingga lupa kalaupun duduk nya Tante Lia ngangkang sampai celana dalemnya kelihatan (wuih saya sukai sekali nih).

Pernah saya nyaris tertangkap sesuai kembali ngelirik wah rasanya ada hati takut malu sampai Saya gak dapat bicara hingga sampai panas dingin tetapi Tante Lia malahan diam saja justru ia tambahin kembali dech tipe duduknya. Nach disana saya telah mulai sukai dengan tuch Tante yang satu itu.

Sehari-hari pastinya Saya menyaksikan yang bernama paha sama celana dalam tuch Tante. Juga pernah Saya waktu jalanan bersama ibu-ibu ke pucuk nginep di villa. Ibu-ibu cuma membawa anaknya, nach bertepatan Mami Saya ngsajak Saya pastilah Tante Lia juga turut wah asyik pun nih pikirkan ku. Waktu hari kedua malam-malam sekitaran jam 8-9 mereka bercakap di luar deket taman sekalian bakar jagung.

Nyatanya mereka lagi cerita perihal hantu, ih dasar ibu-ibu masih kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem, serasi kala itu Tante Lia pengin ke WC tetapi ia takut. Pastinya Tante Lia di ketawain sama gangnya karena gak berani ke WC sendiri sebab di villa tidak ada orang jadi takut sampai ia pengin kencing di deket pojokan taman. Lantas Tante Lia tarik tangan Saya mohon ditemenin ke WC, yah saya sich ingin saja.

Cerita Dewasa Pelajaran Nafsu Bilahinya Tante

Pergilah saya ke villa sama Tante Lia, sesampai Saya di villa Saya tunggu di luar WC eh jadi Tante Lian ngsajak masuk nemenin ia masalahnya ucapnya ia takut. "Yog rekanin Tante yah nantikan di sini saja membuka saja pintu nya gak mesti di tutup, Tante takut nih", kata Tante Lia sekalian mulai berjongkok.

Ia mulai turunkan celana pendeknya hanya betis juga celana dalamnya yang mempunyai warna putih ada pola rendanya hanya lutut juga.  "Serr.. rr.. serr.. psstt", bila gak salah begitu dech bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu simak Tante Lia kencing, dalam hatiku, bila saja Tante Lia bisa memberi lihat selalu bisa menggenggamnya hmm. Sampai saya bengong melihat Tante Lia.

"Heh mengapa kamu Yog kok diam getho awas kelak kesambet" kata Tante Lia. "Ah tidak apapun Tante", jawabku. "Tentu kamu kembali mikir yang enggak-enggak yah, kok memandangnya ke bawah terus sich?", bertanya Tante Lia. "Gak kok Tante, saya cuma tidak pernah lihat cewek kencing serta kaya apa sich wujud itunya cewek?" tanyaku.

Tante Lia cebok dan bangun tanpa meningkatkan celana sama CDnya. "Kamu pengin review Yog? Nih Tante kasih review namun tak boleh bilang-bilang yah kelak Tante gak nikmat sama Mamamu", kata Tante Lia. Saya cuman mengacaukank menyetujui saja. Lantas tanganku digenggam ke vaginanya.

Saya makin deg-degan hingga sampai panas dingin lantaran anyar ini kali Saya megang sama lihat yang bernama memek. Tante Lia membiarkanku memegang-megang vaginanya. "Udah yah Yog kelak tidak nikmat sama ibu-ibu lainnya dikirain kita ngapain kembali". "Iyah Tante", jawabku.

Lalu Tante Lia menaikan celana dalam  celana pendeknya selalu kami masuk kembali sama ibu-ibu yang lainnya. Esoknya saya belum juga dapat lupakan soal tadi malam hingga sampai sampai saya panas dingin.

Ini hari seluruh mau pergi jalanan dari pagi sampai sore buat berbelanja oleh-olehan tamasya. Tetapi saya gak turut sebab tubuhku tidak nikmat. "Yog, kamu tidak turut?" bertanya mamiku. "Tidak yah Mam saya tidak sedap tubuh nih tetapi saya meminta di bawain kue mochi saja yah Mah" kataku.

Baca juga: Cerita Dewasa Pelajaran Nafsu Bilahinya Tante

Yah udah istirahat yah tak boleh bermain-main kembali" kata Mami. "Lia, kamu pengen kan tolong jagain sang Yogi nih yah, kelak bila kamu ada pesenan yang ingin di membeli agar sini saya beliin" kata Mami di Tante Lia. "Iya dech Kak saya jagain sang Yogi tetapi beliin saya tales sama sayur yah, saya ingin membawa itu buat pulang esok" kata Tante Lia.

Pada akhirnya mereka pergi, tinggal saya serta Tante Lia berdua saja di villa, Tante Lia baik pula hingga saya di buat bubur buat makan pagi, jam memperlihatkan waktu 9 pagi kala itu. "Kamu sakit apa sich Yog? kok lunglai begitu?" bertanya Tante Lia sekalian nyuapin saya dengan bubur ayam bikinannya.

"Tidak tahu nih Tante kepalaku pula pusing sama panas dingin saja nih yang di rasa" kataku. Tante Lia demikian perhatian padaku, wajarlah di umur perkawinannya yang telah lima tahun ia belum diberi seseorang anak tercinta lantas. "Kepala yang mana Yog untuk sesuatu yang bawah?" lawakan Tante Lia padaku. Aku juga kebingungan, "Memangya kepala yang bawah ada Tante? kan kepala kita cuman 1?" jawabku polos. "Itu tuch yang itu yang kamu kerap tutupin gunakan segitiga pengaman" kata Tante Lia sembari menggenggam sang kecilku.

"Ah Tante kemungkinan" kataku. "Eh jangan-jangan kamu sakit karena tadi malam yah" saya cuman diam saja. Usai makan pagi tubuhku dibilas air hangat oleh Tante Lia, pada saat ia mau buka celanaku, kubilang, "Tante tak perlu dech Tante agar Yogi saja yang ngelap, kan malu sama Tante" "Tak apapun, tanggung kok" kata Tante Lia sekalian turunkan celanaku dan CDku. Dilapnya sang kecilku dengan berhati-hati, saya cuma diam saja. "Yog pengin tak pusingnya raib? Supaya Tante obatin yah"

"Gunakan apa Tan, saya gak tahu obatnya" kataku polos. "Iyah kamu tenang saja yah" kata Tante Lia. Lantas di genggamnya tangkai penisku serta dielusnya langsung spontan ketika itu pun penisku berdiri tegak. Dikocaknya perlahan-lahan namun jelas hingga saya melayang-layang lantaran baru kali pertama rasakan yang semacam ini.

"Achh.. cchh.." saya cuma mendesah lambat dan tanpa kusadari tanganku menggenggam vagina Tante Lia masih di kebat dengan celana pendek serta CD tetapi Tante Lia cuman diam saja sekalian ketawa kecil selalu lakukan kocokannya. Lebih kurang 10 menit lantas saya merasai pengen kencing. 

"Tante udah dahulu yah saya ingin kencing nih" kataku. "Telah, kencingnya di mulut Tante saja yah gak apapun kok" kata Tante Lia. Saya kebingungan campur bertanya-tanya memandang penisku dikulum dalam mulut Tante Lia karena Tante Lia tahu saya mau keluar serta saya cuman dapat diam lantaran merasai nikmatnya.

Cerita Dewasa Pelajaran Nafsu Bilahinya Tante

NADA4D SITUS PALING GACOR 2022

"Hhgg..achh.. Tante saya pengin kencing nih betul " kataku sekalian meremas vagina Tante Lia yang kurasakan berdenyut. Tante Liapun langsung menghirup dengan agresifnya serta tubuhku juga melafalkanng keras. "Croott.. ser.. err.. srett.." muncratlah air maniku dalam mulut Tante Lia, Tante Lia lantas mengisap sembari menelan maniku sekalian menjilatnya.

Serta kurasakan vagina Tante Lia berdenyut cepat sampai saya merasai celana Tante Lia lembab dan lumayan basah. "Sedap kan Yog, pusingnya tentu lenyap kan?" kata Tante Lia. "Tetapi Tante saya meminta maaf yah saya tak nikmat sama Tante nih masalahnya Tante.." "Telah tak apapun kok, oh ya kencing kamu kok kental sekali, harum kembali, kamu gak pernah ngocok Yog?" "Tak Tante" Tanpa ada kusadari tanganku masih menggenggam vagina Tante Lia. "Loh tangan kamu mengapa kok di sana lagi sich". Saya menjadi salah tingkah "Udah tidak apapun kok, Tante tahu" ujarnya padaku. "Tante bisa gak Yogi megang itu Tante kembali" pintaku di Tante Lia.

Tante Lia lantas membebaskan celana pendeknya, kusaksikan celana dalam Tante Lia basah entahlah mengapa. "Tante kencing yah?" tanyaku. "Tidak ini namanya Tante gairah Yog hingga celana dalam Tante basah". Dilepaskan juga celana dalam Tante Lia serta mengelap vaginanya dengan handukku. Lantas Tante Lia duduk di sampingku "Yog pegang nih gak apapun kok telah Tante lap" ucapnya. Aku juga mulai menggenggam vagina Tante Lia dengan tangan yang cukup gemetaran, Tante Lia cuman tertawa kecil.

"Yog, mengapa? Biasa-biasa saja dong kok gemetaran kaya begitu sich" kata Tante Lia. Ia mulai menggenggam penisku kembali, "Yog Tante pengin itu nih". "Ingin apa Tante?" "Itu tuch", saya kebingungan atas keinginan Tante Lia. "Hmm itu tuch, mempunyai kamu di masukkan ke itunya Tante kamu ingin kan?" "Tetapi Yogi gak dapat Tante metodenya" "Telah, kamu diam saja agar Tante yang ajarin kamu yah" kata Tante Lia padaku.

Mulai tangannya mengelus penisku supaya bangun kembali tetapi saya  tak tinggal diam saya coba mengelus-elus vagina Tante Lia yang di tumbuhi bulu-bulu lembut. "Yog jilatin dong miliki Tante yah" tukasnya. "Tante Yogi tidak dapat, kelak muntah kembali" "Coba Yog" Tante juga ambil langsung status 69. Saya di bawah, Tante Lia di atas serta tanpa berpikir panjang Tante Lia juga mulai mengulum penisku. "Achh.. hgghhghh.. Tante" Aku juga sebetulnya ada rasa geli tetapi di saat kucium vagina Tante Lia tidak bau apapun. Saya pengin pula menjilat-jilatinya lebih kurang baunya vagina Tante Lia seperti harum daun pandan (asli saya pula kebingungan kok dapat begitu yah) saya mulai menjilat-jilati vagina Tante Lia sekalian tanganku melepas kaus u can see Tante Lia namun juga membebaskan hubungan BH-nya, saat ini kami sama telanjang bundar.

Tante Lia juga asyik mengulum penisku masih yang layu setelah itu Tante Lia menghentikannya serta kembali menghadapku langsung mencium bibirku dengan napas yang penuh hasrat dan menderu. "Kamu paham gak mandi kucing Yog" kata Tante Lia. Saya cuman menggelengkan kepala serta Tante Lia juga langsung menjilat-jilati leherku menciuminya sampai saya mengulet dahsyat, kecupannya bersambung hingga ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, turun terus ke selangkanganku serta penisku mulai bereaksi mengeras.

Baca juga: Cerita Dewasa Pelajaran Nafsu Bilahinya Tante

Dijilatinya paha sisi dalamku dan saya cuma menggeliat top sebab pada sisi ini saya tidak sanggup mencegah rasa geli campur kesenangan yang demikian hebat. Tante Lia lantas menjilat-jilati penisku tanpa ada mengulumnya seperti barusan ia mengisap-hisap bijiku serta selalu hingga lubang bokongku juga dijilatinya hingga sampai saya merasai anusku basah. Kusaksikan payudara Tante Lia mengeras, Tante Lia menjilat-jilati sampai ke betisku dan kembali pada bibirku dikulumnya sembari tangannya mengocak penisku, tanganku lantas meremas payudara Tante Lia.

Entahlah kenapa saya jadi pengin menjilat-jilati vagina Tante Lia, langsung Tante Lia kubaringkan serta saya bangun, langsung kujilati vagina Tante Lia seperti menjilat-jilati es cream. "Achh.. uhh.. hhghh.. acch Yog sedap sekali selalu Yog, yang itu isep jilatin Yog" kata Tante Lia sekalian menunjuk suatu hal yang mencolok di atas bibir vaginanya. Aku terus menjilat-jilatinya dan menghirupnya, banyak lendir yang keluar vagina Tante Lia tiada berencana ketelan olehku. "Yog memasukkan dong Tante gak tahan nih" "Tante bagaimana triknya?" Tante Lia juga menyuruhku tidur dan ia jongkok di atas penisku serta langsung menancapkannya ke vaginanya. Tante Lia turun-naik seperti orang berkuda terkadang kerjakan pergerakan mundur-maju.

1/2 jam kami bergumul serta Tante Lia lantas menyebutng istimewa. "Yog Tante pengen keluar nih eghh.. huhh achh" erang Tante Lia. Aku juga di suruhnya untuk menaik turunkan bokongku serta gak lama kurasakan ada suatu yang hangat mengucur dari dalam vagina Tante Lia. Hmm benar-benar pengalaman pertama kaliku dan kurasakan vagina Tante Lia mungurut-urut penisku serta mengisapnya. Kurasakan Tante Lia telah orgasme serta permainan kami berhenti sementara.

Tante Lia tak mengambil penisku dan membiarkanya di vaginanya. "Yog kelak kalaupun pengen kencing kaya barusan ngomong ya" pinta Tante Lia padaku. Aku juga langsung menyetujui tanpa ada mengenali artinya dan Tante Liapun langsung mengocak penisku dengan vaginanya dengan status yang seperti barusan. "Achh.. Tante sedap sekali achh.., gfggfgfg.." kataku dan gak lama aku juga rasakan perihal yang seperti barusan kembali. "Tante Yogi kayanya ingin kencing niih" Tante Lia langsung bangun serta mengulum penisku yang rekat dengan cairan kewanitaanya, tiada malu ia menariknya dan gak lama menyemburkanlah cairan maniku buat yang ke 2 kalinya serta sama seperti yang pertama Tante Lia juga menelannya dan menghirup ujung kepala penisku untuk mengisap habis maniku serta aku juga langsung lemas tetapi dibarengi kepuasan yang alang kepalang.

NADA4D SITUS PALING GACOR 2022

Cerita Dewasa Pelajaran Nafsu Bilahinya Tante - Kami langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bundar dan kami melakukan kembali di kamar mandi dengan status Tante Lia menungging di tepi bak mandi. Saya melaksanakannya dengan jeli atas instruksi Tante Lia yang dahsyat. Selasai itu jam juga memperlihatkan waktu 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar produksi Tante Lia, kemudian kamipun jangkau sekali sampai tertidur dengan Tante Lia di sampingku, namun tanganku kuselipkan dalam celana dalam Tante Lia. Kami terjaga di waktu 3 sore dan satu kali lagi kami mengerjakannya atas permohonan Tante Lia, benar jam 4:30 kami akhiri serta kembali mandi, serta kelompok ibu-ibu juga pulang waktu 6 sore.

"Yog kamu udah baikan?" bertanya Mamiku. "Telah mam, saya udah segar n sehat nih" kataku. "Kamu kasih makan apa Ni, sang Yogi sampai langsung sehat" bertanya Mami sama Tante Lia. "Cuman bubur ayam sama makan siang telur dadar selalu kukasih saja obat anti panas" kata Tante Lia. Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil juga saya duduk dari sisi Tante Lia yang semobil denganku. Mami yang menyetir didampingi Ibu Herman di muka. Di mobilpun saya masih mencuri-curi menggenggam barangnya Tante Lia.

Hingga sampai saat ini juga saya masih sukai melaksanakannya dengan Tante Lia kalau rumahku kosong atau kadang-kadang ke hotel dengan Tante Lia. Satu kali saya pernah keluarkan spermaku di sampai 3x. Sekarang Tante Lia udah dikarunia dua orang anak yang elok. Baru kuketahui kalau suami Tante Lia rupanya menagalami ejakulasi awal. Sesungguhnya saat ini saya kebingungan dapat posisi anak Tante Lia. Yah, seperti itulah kejadianku hingga sampai saat ini saya masih tetap jadi PIL Tante Lia bahkan juga saya bertambah senang dengan wanita yang lebih tua dariku. Sempat pula saya temani sesatu orang kenalan Tante Lia yang nasibnya sama dengan Tante Lia, memiliki suami yang ejakulasi awal serta senang daun muda buat obat tahan lama muda, dengan menelan air mani pria.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama